AKBIDYO Jl. Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Telp: (0274) 371345 Email: info@akbidyo.ac.id
Beranda | Mahasiswa

Rabu, 07 September 2016

Bidan Harus Aktif Perhatikan Sarana Kesehatan

Maraknya kasus peredaran vaksin palsu akhir - akhir ini, memacu tenaga medis yang banyak bersentuhan dengan layanan kesehatan tingkat primer. Termasuk bidan harus aktif. Terutama dalam pengawasan penggunaan vaksin. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan DIY drg. Pembajun Setyaningastutie, M.Kes. pada wisuda Program Studi DIII Kebidanan Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo) periode Agustus 2016, Sabtu (27/8) di Ruang Yudhistira JEC.
Pada acara itu Direktur Akbidyo Istri Bartini, S.SiT, MPH mewisuda sebanyak 232 lulusan, 76 lulus berpredikat Cumlaude dan enam diantaranya dari mahasiswa peraih beasiswa Bidikmisi. Lulusan terbaik diraih oleh Dewi Lestari, Amd.Keb., dengan IPK 3,93. Turut hadir memberikan sambutan, Kopertis Wilayah V DIY Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES DEA, Ketua IBI DIY Nunik Endang Sunarsih, SST, SH, M.Sc., dan Ketua Yayasan Bhakti Sosial Hj. Sri Suyatie, SH., M.Hum.
Kadinas Kesehatan DIY mengatakan, bidan hendaknya lebih memperhatikan obat dan sarana kesehatan lain yang diberikan kepada masyarakat. tidak hanya keaslian vaksin tapi juga cara menyimpannya. Jangan sampai vaksin diperlakukan tidak sesuai, sehingga kualitasnya tidak bisa maksimal. "Saya sangat berharap, semoga dengan kuatnya pengawasan maka tak ada lagi vaksin palsu beredar di DIY,"tegasnya.
Sedangkan Nunik mengatakan, berbagai tantangan ke depan yang dihadapi bidan, salah satunya adalah liberalisasi pelayanan kesehatan dalam era globalisasi. Untuk itu organisasi IBI perlu melakukan konsolidasi ke dalam dan advokasi ke semua stakeholders terkait penguatan profesi dan menyiapkan anggota. Selain itu berharap pembahasan RUU Kebidanan di DPR bisa berjalan lancar dan segera disahkan menjadi UU pada 2016 ini.


GALERI