AKBIDYO Jl. Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Telp: (0274) 371345 Email: info@akbidyo.ac.id
Beranda | Berita

Jumat, 29 April 2016

Akreditasi PTS di DIY: 80 dari 106 PTS di DIY Belum Terakreditasi Institusi

Masyarakat harus kian teliti memilih Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di DIY. Menengok data per 27 April 2016, baru 26 dari 106 PTS di DIY yang terakreditasi institusi.
Sementara, beberapa perusahaan besar sudah mensyaratkan, pelamar harus berasal dari PT yang terakreditasi institusi.
Salah seorang lulusan PTS di DIY yang belum terakreditasi institusi, Tri, 23(nama samaran) mengaku lulus kuliah pada 2015 silam dengan IP Kumulatif (IPK) sebesar 3,82.
Harapannya dengan nilai yang tinggi itu, dia dapat mendaftar kerja ke BUMN atau perusahaan dengan mudah.
“Keluarga saya keuangannya pas-pasan. Di BUMN atau perusahaan kan bergaji tinggi, harapannya saat itu bisa kerja di sana, dan bisa gantian ngasih uang ke keluarga,” ujar Tri saat dihubungi melalui aplikasi pesan smartphone, Rabu (27/4/2016).
Dia pun menceritakan di awal tahun lalu, Tri mendaftar kerja di sebuah perusahaan ternama dan lolos tahap administrasi.
Namun saat diundang seleksi wawancara di Surabaya, tiba-tiba Tri tak diperbolehkan mengikuti lantaran tak membawa persyaratan yakni lampiran akreditasi institusi.
“Waktu itu panitia ngasih waktu, kalau lupa bawa bisa disusulkan. Saya langsung telepon pihak universitas, ternyata universitas saya belum terakreditasi institusi. Saya akhirnya pulang ke Yogya lagi tanpa ikut tes,” jelasnya.
Ketika itu, Tri tak lantas menyalahkan universitasnya sepenuhnya. Menengok informasi lowongan kerja di awal tak mencantumkan akreditasi institusi. Namun di berharap, universitasnya segera mengurus akreditasi institusi karena takut semua perusahaan besar ke depan mensyaratkannya.
“Beruntung sekarang saya bisa bekerja di BUMN yang tidak mensyaratkan itu. Tapi kalau nanti mensyaratkan terus saya keluar dari perusahaan sekarang, saya cuma takut ke depan susah cari kerja,” ungkap Tri.
Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi), Budi Djatmiko mengatakan sesuai Undang-Undang (UU) nomor 12/2012, PTS yang tak terakreditasi institusi akan ditutup. Namun PTS masih diberi waktu hingga Agustus 2019 untuk melakukan akreditasi institusi.
“Kalau setelah Agustus 2019 masih ada PTS yang belum terakreditasi akan ditutup, tidak boleh lagi beroperasi. Ini sesuai dengan UU,” katanya.
Menurut Budi, minimnya PTS yang terakreditasi institusi dikarenakan dana untuk itu dari pemerintah minim di tahun-tahun sebelumnya. Namun kini, pemerintah telah menyiapkan dana untuk akreditasi institusi bagi 200 perguruan tinggi, dan akan terus ditingkatkan di tahun selanjutnya.
“Jadi tidak ada alasan lagi, ada PTS yang tidak terakreditasi. Semua perguruan tinggi harus siap diakreditasi,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Humas PTS yang belum terakreditasi institusi dan tak mau disebut namanya mengatakan, pihaknya menunda lakukan akreditasi institusi untuk mempermatang dokumen persyaratan. Sehingga ketika dokumen tersebut diajukan, menuai hasil akreditasi yang maksimal.
“Sekarang persaingan PTS di DIY tinggi, akreditasi jadi gengsi. Makanya kami persiapkan secara matang, tapi nanti tetap kami ajukan kok,” ujarnya.
Koordinator Kopertis V Kemenristekdikti, Bambang Supriyadi mengakui baru 26 dari 106 PTS di DIY yang terakreditasi institusi.
Sementara dari 26 PTS yang terakreditasi itu, baru 2 PTS yang memiliki akreditasi A yaitu Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
“Sementara dari 505 prodi PTS di DIY yang akreditasinya A baru 15 persen, B sekitar 60 persen, dan C baru 25 persen. Ini menjadi tantangan Aptisi untuk meningkatkan,” kata Bambang.
Ketua Aptisi DIY, Kasiyarno menyatakan siap memotivasi PTS di DIY untuk mengukuhkan nilai ke-Yogyakartaan untuk meningkatkan kualitas diri.
Dia pun akan mendukung visi dan misi DIY untuk menjadi Pusat Kebudayaan dan Pendidikan terkemuka di Asia Tenggara melalui peran PTS. (tribunjogja.com)


GALERI
KEMAHASISWAAN

Minggu, 03 September 2017

Lulus Cumlaude D3 Kebidanan: Retno Pantang Menyerah dalam Keterbatasan

Ada ungkapan "gantungkan cita - citamu setinggi langit". Realitanya untuk menggapainya bukan hal mudah. Seringkali harus menempuh jalan yang sulit, terjal dan berliku. Terlebih bagi

 

Rabu, 10 Mei 2017

Mahasiswa Akbidyo Ciptakan Minuman Dari Daun Kelor

DUA mahasiswa kebidanan dari Akademi Kebidanan Yogyakarta (AKBIDYO) berhasil mengembangkan produk minuman dari daun kelor. Mereka adalah Nimas Arum Saraswati dan Sundari. Produk minuman yang

 
(daftar berita)