AKBIDYO Jl. Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Telp: (0274) 371345 Email: info@akbidyo.ac.id
Beranda | Berita

Jumat, 25 Agustus 2017

Resmi Jadi Stikes, AkbidYo Punya Dua Prodi Baru

Akademi Kebidanan Yogyakarta (AkbidYo) Kamis (24/8/2017) resmi mendapatkan SK Kemenristek Dikti melalui Kopertis Wilayah Yogyakarta untuk mengubah nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes). Kini, perguruan tinggi yang berada di kawasan Jalan Parangtritis Sewon Bantul ini bersiap menambah dua prodi baru yakni D4 Manajemen Informasi Kesehatan dan S1 Farmasi.

Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Bakti Sosial Drs Hendri Soekirdi MKes kepada wartawan mengatakan permohonan perijinan untuk berubah menjadi Stikes sebenarnya telah diajukan sejak 2011 lalu. Namun karena adanya penyesuaian peraturan dari Kemenristek Dikti maka persetujuan baru diberikan pada tahun 2017 ini.

"Syaratnya sebenarnya sudah kami penuhi sejak 2011 yakni telah mewisuda selama tiga periode namun adanya moratorium akhirnya baru tahun 2017 ini disetujui dan keluar surat resminya. Penyerahan dilakukan hari ini tadi di Kantor Kopertis DIY," ungkapnya.

Setelah resmi menjadi Stikes, AkbidYo pun memutuskan untuk menambah dua prodi yakni D4 Manajemen Informasi Kesehatan dan S1 Farmasi. Keputusan menambah dua prodi menurut Hendri berdasarkan kebutuhan profesional di Indonesia yang belum terpenuhi dalam dua bidang tersebut.

"Kami mulai buka untuk angkatan pertama masing-masing prodi 40 mahasiswa sesuai kapastitas kampus saat ini. Proses pendaftaran dan seleksi sudah dibuka dan diakses oleh lulusan SMA-SMK umum, MAN dan SMA IPA atau SMF hingga 5 Oktober 2017. Kemudian nantinya memulai proses perkuliahan setelah melewati proses seleksi dan wawancara," ungkapnya lagi.

Kaprodi S1 Farmasi, Happy Elda Murdiana MSi Apt menambahkan Stikes AkbidYo selain memiliki misi besar menghasilkan lulusan berkualitas dan mampu bersaing, namun prodi ini juga berkeinginan memberi warna baru khasanah perfarmasian dengan menggali potensi tanaman obat lokal yang selama ini belum banyak disentuh produsen besar. "Penelitian tanaman asli Indonesia menjadi titik berat kami di Prodi Farmasi, karena potensi Indonesia ini sangat besar dan bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Tapi kedepan bakal ada sekolah profesi," sambungnya.

Sementara Kaprodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan Rawi Miharti MPH mengungkap di era teknologi saat ini sudah saatnya masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik termasuk data rekam medis. "Data kesehatan masyarakat sangat penting dan saat ini harusnya sudah digital, karena itulah kami membuka prodi ini untuk mendorong anak-anak muda kita melakukan pembenahan data kesehatan yang saat ini sangat dibutuhkan," ungkapnya.

Untuk prodi D3 Kebidanan yang telah ada sebelumnya, Stikes AkbidYo pun bersiap menggelar pendidikan profesi untuk menyesuaikan prasyarat agar para lulusan bisa berkarya mandiri di daerah masing-masing. "Paling satu tahun kedepan ada sekolah profesi di prodi kebidanan karena kedepan tahun 2020 semua bidan yang praktek mandiri harus memiliki ijazah sekolah profesi," terang Kaprodi Kebidanan Istri Bartini SSit MPh. (Fxh)


GALERI
KEMAHASISWAAN

Minggu, 03 September 2017

Lulus Cumlaude D3 Kebidanan: Retno Pantang Menyerah dalam Keterbatasan

Ada ungkapan "gantungkan cita - citamu setinggi langit". Realitanya untuk menggapainya bukan hal mudah. Seringkali harus menempuh jalan yang sulit, terjal dan berliku. Terlebih bagi

 

Rabu, 10 Mei 2017

Mahasiswa Akbidyo Ciptakan Minuman Dari Daun Kelor

DUA mahasiswa kebidanan dari Akademi Kebidanan Yogyakarta (AKBIDYO) berhasil mengembangkan produk minuman dari daun kelor. Mereka adalah Nimas Arum Saraswati dan Sundari. Produk minuman yang

 
(daftar berita)