AKBIDYO Jl. Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Telp: (0274) 371345 Email: info@akbidyo.ac.id
Beranda | Berita

Rabu, 21 Oktober 2015

Menyongsong Bonus Demografi Indonesia: Keluarga Jadi Fondasi Revolusi Mental

Dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas menghadapi bonus demografi pada tahun 2020, perlu dilakukan revolusi mental sejak dini. Untuk mempersiapkannya, berawal dari keluarga, sehingga peran orang tua penting dalam mempersiapkan mental sang anak. Jangan sampai anugerah ini pada akhirnya menjadi sebuah bencana bila bangsa ini tidak menyiapkan SDM berkualitas.
Hal ini ditegaskan Kepala BKKBN Pusat dr. Surya Chandra Surapaty, MPH PhD, saat menyampaikan kuliah umum di aula Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo), Jalan Parangtritis Km. 6 Sewon Bantul, Rabu (7/10).  Kuliah umum bertema 'Menyongsong bonus demografi Indonesia melalui revolusi mental berbasis keluarga' ini diikuti seluruh sivitas akademika Akbidyo.
Surya menjelaskan, Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi pada tahun 2020 - 2030. Bonus ini adalah pendudukan berusia produktif sangat besar, sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Kesempatan ini bagai dua sisi mata uang bagi bangsa Indonesia. Anugerah atau bencana? jawaban tergantung kesiapan SDM bangsa ini. Untuk itulah peran keluarga sangat penting dalam menyongsongnya . "Revolusi mental bersama keluarga mengoptimalkan fungsi dan peran keluarga sejak dini, "kata Surya.
dokter alumnus universitas Sriwijaya ini mencontohkan secara simpel, revolusi mental adalah seorang anak harus dibina mentalnya sejak lahir dengan mencukupi kebutuhan gizi, kualitas kesehatan dengan mengaktifkan fungsi keluarga (Ben)-e.


GALERI
KEMAHASISWAAN

Rabu, 10 Oktober 2018

STIKes Akbidyo Serahkan Bidan Lulusan RPL

Sebanyak 21 peserta Program Pendidikan Bidan dengan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang telah menyelesaikan studi diserahkan kembali ke institusi asal. Mereka telah menyelesaikan peningkatan

 

Senin, 03 September 2018

Kedua Orangtuanya Tunanetra: Tri Lulus D3 Kebidanan 'Cumlaude'

Setiap anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan dimana dan oleh siapa. Meski terlahir dari keluarga sederhana dan kedua orangtua penyandang tunanetra, tidak menyurutkan tekad Tri Widarti menggapai

 
(daftar berita)