AKBIDYO Jl. Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Telp: (0274) 371345 Email: info@akbidyo.ac.id
Beranda | Berita

Rabu, 19 September 2018

Pengenalan Prodi ke Mahasiswa Baru, STIKES AKBIDYO Tanamkan Kesadaran Berbangsa dan Cinta Tanah Air

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) AKBIDYO melaksanakan pembukaan pengenalan program studi (PPS) kepada ratusan mahasiswa baru tahun angkatan 2018/2019 di Aula Kampus, Selasa (18/9/2018). Dalam kesempatan ini, ratusan mahasiswa baru dikenalkan mengenai kehidupan lingkungan kampus dan program studi yang akan ditempuh.

Kepala Badan Pelaksana Harian Yayasan Bhakti Sosial, STIKes Akbidyo, Drs Henri Soekirdi M.Kes., mengatakan, tujuan dari PPS ini adalah memberikan bekal kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus. Khususnya terkait kegiatan belajar mengajar.

Melalui pengenalan program studi ini pula, mahasiswa baru diharapkan dapat memahami arti penting pendidikan yang akan ditempuh dan akhirnya bisa tercipta persahabatan dan kekeluargaan antar mahasiswa, pendidik dan tenaga kependidikan.

"Selain itu, kegiatan ini juga untuk menanam kesadaran kepada mahasiswa baru, tentang arti penting berbangsa, bernegara dan cinta terhadap tanah air,"tutur Drs. Henri Soekirdi M.Kes., Selasa (18/9/2018).

Mahasiswa baru STIKes Akbidyo tahun angkatan 2018/2019 berjumlah 107 mahasiswa. Mereka datang dari berbagai penjuru tanah air. Dari mulai Sumatera, Jawa Tengah, Kalimantan, NTB, Jawa Barat, Maluku, Jawa Timur, Lombok hingga Papua.

Ratusan mahasiswa ini terdaftar dalam tiga program studi yang ada di lingkungan kampus STIKes Akbidyo. Antara lain D3 Kebidanan, D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) dan S1 Farmasi. Henri menjelaskan, pengenalan program studi ini akan dijalani mahasiswa baru selama tiga hari. Mereka akan dibimbing untuk lebih dekat mengenal seluk- beluk lingkungan kampus. Sebelum memulai perkuliahan, diungkapkan Henri, ratusan mahasiswa baru ini juga akan mengikuti kuliah umum bertema mempertebal nilai-nilai kebangsaan.

"Mengapa kami mengambil tema itu, karena kami ingin memperdalam wawasan kebangsaan. Nilai-nilai pluralisme dan kebangsaan seyogyanya bisa menjadi karakter mahasiswa baru," ungkap dia.

Ciptakan lulusan yang Unggul

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo saat ini baru berusia dua tahun. Sebelumnya, kampus ini bernama Akademi Kebidanan Yogyakarta. Namun, melalui SK kemenristek Dikti, kampus yang berada di jalan parangtritis KM 6, Sewon, Bantul ini terus berbenah diri dan pada tahun 2017 menjadi STIKes Akbidyo. Nama Akbidyo masih terus dipertahankan. Pasalnya, nama ini memiliki sejarah panjang dan cukup mengharumkan.

"Akbidyo itu pernah mencapai nilai tertinggi di Kemenristek Dikti menjadi akademi kebidanan terbaik se-Indonesia. Terakreditasi BAN PT A," ujar Henri.

Bahkan, ketika melakukan uji kompetensi kelulusan, Akbidyo, diakui Henri memperoleh nilai tinggi diatas 95 persen. Nilai ini sangat memuaskan.

Dengan berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, Akbidyo secara resmi menambah dua program studi unggulan. Antara lain S1 farmasi dan D4 Manajemen Informasi Kesehatan. Kedua jurusan ini, menurutnya, sangat potensial dan banyak dibutuhkan oleh masyarakat.
Ia mengambil contoh S1 Farmasi. Mahasiswa lulusan ini diharapkan bisa menjadi apoteker handal.
Ia menjelaskan, obat-obatan yang ada di Indonesia saat ini bahannya sangat tergantung dari Impor.
Melalui jurusan ini, ia berharap lulusan STIKes Akbidyo nantinya bisa meramu dan memanfaatkan kekayaan alam bangsa Indonesia untuk menghasilkan obat-obatan yang bermutu.

"Bagaimana nanti bisa menghasilkkan obat dari kekayaan alam kita. Sehingga bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit tertentu," harapnya.

Lulusan D4 menajemen informasi kesehatan (MIK), nantinya, diharapkan juga dapat menjadi tenaga perekam medis dan tenaga kesehatan yang handal. Bisa mengabdi dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sedangkan, untuk mahasiswa lulusan Kebidanan, nantinya, dituntut dapat menjadi bidan yang unggul.
Bisa membantu seorang ibu melahirkan dengan selamat. Sehingga, dapat menekan angka Kematian ibu dan bayi di Indonesia.

"Angka kematian Ibu di Indonesia itu masih tertinggi di Asia tenggara. Harapannya lulusan STIKES Akbidyo nantinya bisa berkiprah untuk meningkatkan pelayanan medis terhadap ibu dan anak. Sehingga mampu menurunkan angka kematian bagi ibu dan bayinya," tutur dia.
 
Sumber: TRIBUNJOGJA.COM





GALERI
KEMAHASISWAAN

Rabu, 10 Oktober 2018

STIKes Akbidyo Serahkan Bidan Lulusan RPL

Sebanyak 21 peserta Program Pendidikan Bidan dengan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang telah menyelesaikan studi diserahkan kembali ke institusi asal. Mereka telah menyelesaikan peningkatan

 

Senin, 03 September 2018

Kedua Orangtuanya Tunanetra: Tri Lulus D3 Kebidanan 'Cumlaude'

Setiap anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan dimana dan oleh siapa. Meski terlahir dari keluarga sederhana dan kedua orangtua penyandang tunanetra, tidak menyurutkan tekad Tri Widarti menggapai

 
(daftar berita)