s
AKBIDYO Jl. Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Telp: (0274) 371345 Email: info@akbidyo.ac.id
Beranda | Berita

Rabu, 10 Oktober 2018

Kuliah Umum STIKes Akbidyo: Pendidikan Pancasila, Tangkal Radikalisme

Pada hakikatnya ideologi Pancasila dilandasi oleh nilai - nilai moralitas religius dan kemanusiaan. Dasar nilai inilah dapat mewujudkan karakter mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, generasi berwawasan kebangsaan serta anti radikalisme.
Hal itu ditegaskan Guru Besar Fakultas Filsafat UGM Prof. Dr. H. Kaelan, M.S., pada kuliah umum STIKes Akbidyo, Selasa (25/9), di Hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta. Acara bertema 'Generasi Muda Berwawasan Kebangsaan, Pancasila dan Anti Radikal' ini dibuka Ketua STIKes Akbidyo dr. Musinggih Djarot Roujani, Sp.Kj., diikuti seluruh mahasiswa dari tiga prodi. Hadir pula sebagai pembicara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang Dr. Bambang Budi Raharjo, M.Si. dan Kepala L2Dikti V Yogyakarta Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA.
Lebih lanjut Prof. Kaelan menegaskan melalui kajian dalam mata kuliah Pancasila, bangsa Indonesia tidak saja dapat mengembangkan nilai - nilai moralitas, kemanusiaan, toleransi, kebersamaan dalam perbedaan. Namun juga secara ilmiah merupakan sumber etika kebangsaan serta sikap anti radikalisme. Untuk mengatasi berbagai masalah bangsa dewasa ini sumber utama yang merupakan kelemahan substansial adalah tenggelamnya nasionalisme Indonesia, pudarnya semangat kebersamaan bangsa serta runtuhnya filosofi kesepakatan bersama sebagai kontrak sosial dalam mendirikan bangsa dan negara Indonesia."Melalui pendidikan Pancasila telah dikembangkan kajian tentang moral kenegaraan, kemanusiaan, kebudayaan dalam multikulturalisme serta etika politik,"tegasnya.
 
 
 

Ditegaskan, Pancasila sebagai dasar filosofi bangsa dan negara Indonesia, merupakan national identity, dan bangsa Indonesia memiliki legitimasi historis, kultural, filosofis, politis, maupun yuridis. Hal ini berdasarkan realitas objektif, dalam filsafat Pancasila terkandung hakikat Ketuhanan dan kemanusiaan yang merupakan basis moral kenegaraan dan hukum. Hal ini penting bagi bangsa Indonesia yang multi etnis, dan konstelasi geopolitik yang sangat kompleks, sehingga dasar semiotik Bhinneka Tunggal Ika menjadi sangat relevan sebagai landasan kultural etis bagi kehidupan bersama. Oleh karena itu dalam pendidikan tinggi mata kuliah Pendidikan Pancasila akan meletakan basis karakter etika kebangsaan serta anti radikalisme.
Sedangkan Bambang Supriyadi mengatakan, nilai - nilai karakter, moral dan etika harus ditanamkan kepada mahasiswa. Dikhawatirkan, tanpa pembinaan karakter mahasiswa, terutama putri, akan mudah terpengaruh hal - hal negatif dari sekitarnya, termasuk media sosial. Mereka bisa terbawa arus pergaulan bebas. (Ben)-c 


GALERI
KEMAHASISWAAN

Rabu, 10 Oktober 2018

STIKes Akbidyo Serahkan Bidan Lulusan RPL

Sebanyak 21 peserta Program Pendidikan Bidan dengan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang telah menyelesaikan studi diserahkan kembali ke institusi asal. Mereka telah menyelesaikan peningkatan

 

Senin, 03 September 2018

Kedua Orangtuanya Tunanetra: Tri Lulus D3 Kebidanan 'Cumlaude'

Setiap anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan dimana dan oleh siapa. Meski terlahir dari keluarga sederhana dan kedua orangtua penyandang tunanetra, tidak menyurutkan tekad Tri Widarti menggapai

 
(daftar berita)