AKBIDYO Jl. Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Telp: (0274) 371345 Email: info@akbidyo.ac.id
Beranda | Berita

Selasa, 04 Desember 2018

PENYERAHAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI TENTANG IZIN PEMBUKAAN PROGRAM STUDI S1- PROFESI BIDAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AKBIDYO

Berdasarkan Surat Keputusam Memteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi tanggal 18 Agustus 2018 Nomor 444/KPT/I/2017 Akademi Kebidanan Yogyakarta berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO dengan Program Studi D.III Kebidanan, D.IV. Manajemen Informasi Kesehatan dan S1 Farmasi.

Dalam rangka meningkatkan pembelajaran diusulkan menambah Program Studi Profesi Bidan dengan tujuan untuk menghasilkan Profesi Bidan dengan latar pendidikan Srajana Kebidanan (S1 Kebidanan).

Surat Keputusan Menteri Riset Tenologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 1040/KPT/I/2018 tentang Izin Pembukaan Program Studi Kebidanan Program Sarjana Dan Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO di Yogyakarta Yang Diselenggarakan Oleh Yayasan Bhakti Sosial telah diserahkan oleh Sekretaris Direktorat Jendral Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Dr.Ir.Agus Indarjo, M.Filf kepada dr. Musinggih Jarot Roujani, Sp.KJ Ketua Sekolah Tin ggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO di aula Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO di Jl.Parangtritis KM.6 Yogyakarta.

Dengan demikian untuk tahun akademik 2019/2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO telah memiliki 4 Program Studi meliputi:

1. Program Studi D.III Kebidanan,
2. Program Studi D.IV Manajemen Informasi Kesehatan,
3. Program Studi S1 Farmasi 
4. Program Studi S1-Profesi Bidan.
 


GALERI
KEMAHASISWAAN

Rabu, 10 Oktober 2018

STIKes Akbidyo Serahkan Bidan Lulusan RPL

Sebanyak 21 peserta Program Pendidikan Bidan dengan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang telah menyelesaikan studi diserahkan kembali ke institusi asal. Mereka telah menyelesaikan peningkatan

 

Senin, 03 September 2018

Kedua Orangtuanya Tunanetra: Tri Lulus D3 Kebidanan 'Cumlaude'

Setiap anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan dimana dan oleh siapa. Meski terlahir dari keluarga sederhana dan kedua orangtua penyandang tunanetra, tidak menyurutkan tekad Tri Widarti menggapai

 
(daftar berita)