AKBIDYO Jl. Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Telp: (0274) 371345 Email: info@akbidyo.ac.id
Beranda | Berita

Sabtu, 20 September 2014

Dies Natalis ke-9 Akbidyo: Karakter Spritual Penting Bagi Bidan

Hubungan antara bidan dan Tuhan sangat dekat, sebab yang ditolong bidan saat lahir adalah anugerah Allah. Untuk itu, dasar pembentukan bidan seharusnya pendidikan karakter berbasis spiritual dan keimanan. 
Petuah itu disampaikan Habib Maulana Syayidi Barabah saat memimpin salah satu doa dalam acara Majelis Zikir Samata (Sholawat Mujahadah Manaqib Tahlil dan Mauidhatul Hasanah) dalam rangka Dies Natalis Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo) yang kesembilan di halaman kampus akbidyo Jalan Parangtritis Km.6 Sewon, Bantul, Senin (15/9) malam.
Acara dibuka Direktur Akbidyo Drs. Henri Soekirdi, M.Kes., diikuti sedikitnya 400 anak penghuni panti asuhan (PA) dari enam PA di DIY. Turut hadir dan memimpin doa, Habib Umar, H. Gus Fatah Nawawi, KH. Gus Attabik, KH. Gus Muslim Nawawi, serta Habib Fatazair Alatas. Disela - sela acara juga diserahkan bantuan kepada keenam PA yang diterima masing - masing pengelola.
Hal senada juga disampaikan Henri Soekirdi. Memang seharusnya calon bidan dibekali dengan pendidikan karakter berbasis Ketuhanan, seiring dengan adanya aturan pemerintah yang melarang praktik aborsi. Henri menuturkan, penyelenggaraan acara bertujuan memohon doa supayaAkbidyo kedepan lebih berkembang, mutu pembelajaran dan kualitas dosen meningkat, sehingga muaranya kualitas lulusan juga meningkat. Diharapkan, lulusan berkualitas tinggi akan mampu bersaing dengan bidan lulusan perguruan tinggi (PT) luar negeri. (Ben)-a



GALERI
KEMAHASISWAAN

Rabu, 10 Oktober 2018

STIKes Akbidyo Serahkan Bidan Lulusan RPL

Sebanyak 21 peserta Program Pendidikan Bidan dengan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang telah menyelesaikan studi diserahkan kembali ke institusi asal. Mereka telah menyelesaikan peningkatan

 

Senin, 03 September 2018

Kedua Orangtuanya Tunanetra: Tri Lulus D3 Kebidanan 'Cumlaude'

Setiap anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan dimana dan oleh siapa. Meski terlahir dari keluarga sederhana dan kedua orangtua penyandang tunanetra, tidak menyurutkan tekad Tri Widarti menggapai

 
(daftar berita)