AKBIDYO Jl. Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Telp: (0274) 371345 Email: info@akbidyo.ac.id
Beranda | Berita

Kamis, 27 November 2014

Drama Telu Bulanan di Akademi Kebidanan Yogyakarta

<p><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke- 86, mahasiswa Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo) mengadakan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk mempererat persahabatan antar mahasiswa dan meningkatkan karakter kebangsaan mahasiswa.</span><br /><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan kesatuan dan persatuan mahasiswa Akbidyo yang berasal dari beberapa daerah di wilayah Indonesia, serta beberapa suku dan agama yang menyatu menjadi keluarga besar Akbidyo. Kegiatan peringatan hari besar agama dan hari besar nasional selalu dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai pendidikan&nbsp;</span><em style="font-size: 11px;">soft skill&nbsp;</em><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">dan pembentukan&nbsp;</span><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">karakter kebangsaan mahasiswa yang akan menjadi bidan profesional dan mandiri.</span><br /><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke - 86 mahasiswa Akbidyo dimulai dengan apel bendera pada 28 Oktober 2014 di halaman kampus Akbidyo Jalan Parangtritis Km.6 Yogyakarta diikuti oleh 857 mahasiswa program studi kebidanan dengan inspektur upacara Direktur Akademi Kebidanan Yogyakarta Drs. Henri Soekirdi, M.Kes.&nbsp;</span><br /><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">Selain upacara bendera, mahasiswa Akbidyo juga sering menampilkan pentas seni budaya, seperti drama Telu Bulanan Niskramana Samskara, yaitu upacara saat bayi umur 105 hari atau tiga bulan dalam kalender Bali. Acara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta disebut&nbsp;</span><em style="font-size: 11px;">Tedhak Siten&nbsp;</em><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">bagi bayi yang sudah berumur 3 bulan dengan maksud untuk memohon keselamatan dan harapan agar bayi nantinya menjadi dewasa hidup didunia mayapada dapat menghadapi berbagai permasalahan dan hambatan dengan keberanian, kebijaksanaan, serta bertakwa kepada Tuhan YME. Drama tersebut diperagakan oleh mahasiswa yang berasal dari Bali dan mendapat&nbsp;</span><em style="font-size: 11px;">Aplaus&nbsp;</em><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">sivitas akademika.</span><br /><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">Adapun maksud dan tujuan penyelenggaraan pentas seni tersebut sebagai pendidikan bagi mahasiswa agar setelah menjadi bidan senatiasa jangan sampai meninggalkan adat istiadat masyarakat, serta agar dapat melestarikan budaya bangsa sebagai jati diri bangsa Indonesia.</span><br /><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">Akbidyo telah terakreditasi BAN PT dengan predikat A memiliki unggulan kurikulum berbasis kompetensi. Lulusan sebelum kembali ke daerah asal dibekali dengan pelatihan kewirausahaan, bahasa Inggris, dan kegawatdaruratan. Gedung kampus Akbidyo 4 lantai milik sendiri full AC dengan dilengkapi&nbsp;</span><em style="font-size: 11px;">hot spot area,&nbsp;</em><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;"><span style="font-size: 11px; background-color: #ffffff;">jaringan internet dan website: www.akbidyo.ac.id serta email: info@akbidyo.ac.id.&nbsp;<br /></span></span></p><div style="text-align: center;"><br /><img src="images/uploads/100_7222.jpg" alt="" width="255" height="191" /></div>


GALERI
KEMAHASISWAAN

Rabu, 10 Oktober 2018

STIKes Akbidyo Serahkan Bidan Lulusan RPL

Sebanyak 21 peserta Program Pendidikan Bidan dengan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang telah menyelesaikan studi diserahkan kembali ke institusi asal. Mereka telah menyelesaikan peningkatan

 

Senin, 03 September 2018

Kedua Orangtuanya Tunanetra: Tri Lulus D3 Kebidanan 'Cumlaude'

Setiap anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan dimana dan oleh siapa. Meski terlahir dari keluarga sederhana dan kedua orangtua penyandang tunanetra, tidak menyurutkan tekad Tri Widarti menggapai

 
(daftar berita)