BERITA

Bidan Menolong dan Menyelamatkan Dunia


21-12-2011 02:26:34

Bidan dalam menolong dan menyelamatkan seseorang dalam persalinan berarti menolong dan  menyelamatkan dunia. Tugas Bidan amat mulia, bukan sekadar profesi, tetapi juga untuk kemanusiaan.

Hal itu dikemukakan Prof. Dr. Jaswadi Dasuki, Sp.OG (K) dari Fakultas Kedokteran UGM, saat tampil berbicara pada diskusi ilmiah bertema "Meningkatkan Mutu Pelayanan Bidan", Sabtu (17/12) di Aula Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo) Jl. Parangtritis Km.6 Yogyakarta. Diskusi diikuti peserta dari RSUD, RBBP, pimpinanan instansu kesehatan DAerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. 

Acara dipandu Istri Bartini, S.SiT dan dibuka Direktur Akbidyo Drs. Henri Soekirdi, M.Kes. ditandai penyerahan tokoh wayang kepada pembicara. Hadir pula menjadi pembicara Dr. Emi Nuryahmi, M.Kes. (PP IBI Pusat) dan Nunik Endang Purwanti, M.Sc. (PD IBI DIY). Diskusi diselenggarakan untuk peninjauan kembali kurikulum Akbidyo dan menghimpun masukan dari stakeholders.

Henri mengharapkan agar dari diskusi ilmiah menghasilkan kesimpulan yang dapat dijadikan rujukan didalam menyusun kurikulum baru untuk tiga tahun ke depan. Hal ini karena bidan menghadapi tiga tantangan, yaitu pelaksanaan program Jampersal yang mengharuskan setiap persalinan ditolong oleh bidan, juga Permenkes Tahun 2010, serta penyebaran penyakit HIV/AIDS lewat keluarga, yang mengharuskan bidan memiliki kemampuan pelayanan prima.

Sedangkan Koordinator Kopertis Wilayah V Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES DEA, mengatakan bidan profesional perlu memiliki karakter dan jiwa socio intrepreneur.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Workshop Peninjauan Kurikulum  Akbidyo, di Hotel  Ros In Yogya, baru - baru ini. Workshop dibuka Direktur Akbidyo Drs. Henri Soekirdi, M.Kes., diikuti dosen tetap dan dosen luar biasa Akbidyo.

dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA, selaku narasumber pada workshop tersebut menyampaikan, mengikuti perkembangan ilmu kebidanan yang relatif cepat, perlu meningkatkan metode pembelajaran dan up to date. Untuk itu dosen dan mahasiswa program studi kebidanan harus mampu memanfaatkan sumber belajar dari internet.

Materi pembelajaran ilmu kebidanan banyak diunggah para ahli berpengalaman di berbagai situs internet. Materi inilah yang bisa diunduh untuk meningkatkan wawasan keilmuan, meski agak memberatkan dan sedikit merepotkan. Dengan menggunakan materi pembelajaran dari internet, mahasiswa seakan -akan diajak melihat dan mengalami langsung di dunia maya.

" Tapi dosen tak bisa mencomot begitu saja materi dari internet. Dosen bersangkutan harus bisa mengelolanya untuk disesuaikan dengan kebutuhan di tempat mengajar ataupun daerah tertentu" paparnya.

Berdasarkan penelitian, lanjut Mubasysyir, bahan pembelajaran dari internet mampu menambah pengalaman mahasiswa antara 10 persen hingga 20 persen. Sebab, materi di internet cukup mudah dipelajari dan variatif, sehingga pembelajaran lebih maenarik dan tidak membosankan. Syaratnya cukup sederhana, dosen dan mahasiswa harus 'melek' teknologi informasi (TI).

Sedangkan Henri Soekirdi menjelaskan, peninjauan kembali kurikulum Akbidyo dilakukan setiap tiga tahun. Hal ini untuk mengikuti perkembangan keilmuan dan menyesuaikan kebutuhan di dunia kerja.

(Ben)-m





Lihat Semua Berita